Ini 7 Cara Agar Anak Tidak Membuli Temannya Di Sekolah

efek buli teman

Perilaku bullying muncul ketika seorang anak melakukan perbuatan yang mengintimidasi teman sekolahnya baik secara verbal maupun fisik. Biasanya anak-anak dengan penampilan yang berbeda dan lebih lemah cenderung kerap mengalami masalah bullying atau perundungan.

Hal tersebut terjadi biasanya karena anak tak mampu mengelola amarah, sakit hati, frustrasi, maupun emosi yang muncul dalam dirinya. Selain itu, kemungkinan anak yang suka membully teman-temannya ini terpengaruh dengan orang-orang yang ada di sekitarnya yang kerap bersikap agresif.

Tak ada satu pun orangtua yang mau anaknya jadi pelaku bullying di sekolah. Terlebih lagi sampai membuat teman-teman sebayanya jadi terluka. Ketika perilaku bullying yang dilakukan anak sudah melewati batas, pihak sekolah biasanya akan langsung memanggil kedua orangtua anak.

Jika perilaku ini dibiarkan, maka bisa menghambat perkembangan sosial anak dan juga karakternya di masa mendatang. Jika tak ingin hal ini terjadi, berikut beberapa cara agar anak tidak membuli temannya di sekolah .

1. Jangan Menunda diskusi

Saat mengetahui perilaku anak yang kerap membuli temannya di sekolah, jangan tunda lebih lama segera tegur anak dan diskusikan mengenai kesalahannya tersebut. Hal ini akan memberikan kesadaran pada diri anak, jika melakukan bullying terhadap temannya itu merupakan hal yang keliru dan juga tidak terpuji.

Biarkan anak memahami kesalahannya dan harus segera memperbaiki perilakunya dengan tidak melakukan bullying lagi pada teman sekolahnya.

2.Ketahui alasan anak melakukan bullying

Agar bisa mengetahui alasan apa yang melatari tindakan bullying yang dilakukan anak, tanyakan kepada anak. Jangan buru-buru menghakimi anak, tapi biarkan ia mengutarakan apa yang menjadi alasan utamanya. Misanya saja jika anak mengaku, bahwa ia ingin lebih populer di sekolah atau ada alasan lain,  segera bahas apa pentingnya menjalin persahabatan yang sehat dengan teman.

Hal ini supaya  anak Anda bisa menyadari, bahwa tindakan bullying bukanlah cara yang tepat jika ingin populer di sekolah. Tetapi perlu diingat, bahwa jangan pernah sepelekan, apalagi membenarkan, tindakan buruk anak yang kerap melakukan bullying tersebut.

3. Berikan pemahaman bahwa bullying bukanlah jalan keluar

Ketika anak melakukan bullying pada temannya di sekolah, berikan pemahaman jika hal tersebut bukanlah jalan keluar yang baik untuk menyelesaikan masalahnya di sekolah. Apapun alasan yang mendasarinya. Anda pun juga harus tahu cara agar anak tidak membuli temannya, salah satunya dengan memberi pemahaman bahwa tindakan bullying bukan penyelesaian masalah yang baik.

Tegaskan juga jika setiap perilaku buruk, seperti bullying tetap harus ada pertanggungjawabnya. Biasanya, anak memang tak mau mengakui apa yang dillakukannya salah.  Dan hal ini jadi tugas orangtua untuk memberikan pemahaman dan menghilangkan semua sifat tersebut.

4. Berikan konsekuensi yang logis

Saat menghadapi anak-anak yang suka melakukan tindakan bullying, cara agar anak tidak membuli temannya ialah dengan menumbuhkan konsekuensi logis. Apabila anak cenderung melakukan cyberbully melalui sosial media, maka ada konsekuensi yang harus anak terima. Seperti pembatasan penggunaan gadget hingga penyitaan,  supaya anak tidak mengulangi lagi tindakan bullying tersebut.

Kemudian, jika tindakan bullying tersebut dilakukan dengan teman-temannya yang lain, sebaiknya segera pisahkan anak anda dari mereka. Bisa beberapa saat atau bahkan seterusnya, supaya anak mampu berpikir ulang jika tindakannya tersebut salah dan tak dibenarkan.

Baca juga:  10 Cara Mengatasi Anak yang Berani Terhadap Orang Tua

5. Dukung hukuman yang diberikan sekolah

Umumnya, setiap sekolah memiliki kebijakan hukuman pada setiap siswa didiknya masing-masing. Terutama saat menangani kasus perundungan yang terjadi di lingkungan sekolah. Sebagai orangtua, , apalagi jika hukuman yang diberikan ternyata cukup berat.

Akan tetapi demi kebaikan anak di lingkungan sekolahnya, sebaiknya Anda dukung pihak sekolah. Jika tidak anak akan merasa dibela dan tak merasa apa yang dilakukannya salah. Alih-alih bisa berhenti, anak anda justru bisa semakin brutal di sekolah.

Selalu tegaskan pada anak, apabila ia dihukum di sekolah karena tindakan bullying yang dilakukannya, maka orangtua tak akan membela atau bahkan menyelamatkannya dari hukuman.

6. Ajarkan berbagai macam kemampuan baru

Setelah tahu alasan apa yang mendasari tindakan bullying yang anak lakukan, segera cari solusinya. Contohnya, jika alasan anak hanya gara-gara ingin terkenal di sekolah, biasanya hal ini dikarenakan rasa percaya diri yang kurang. Coba bantu anak agar ia mampu meningkatkan rasa percaya diri tanpa harus membuli temannya yang lemah.

Tetapi jika bullying dilakukan disebabkan emosinya yang meledak-ledak tak terkontrol. Coba ajarkan bagaimana caranya mengatur amarahnya. Salah satunya dengan tidak memarahi anak, sebab emosi anak tersebut juga dipengaruhi oleh lingkungan rumah yang kurang sehat.

7. Jangan memarahi anak di depan umum

anak marah

Jika memang anak Anda telah melakukan bullying pada temannya, hindari memberikan hukuman di depan teman-temannya. Hal tersebut justru dapat membuatnya semakin merasa marah dan malu. Anak tak akan belajar dengan hukuman yang seperti ini.

Bahkan, dengan “mempermalukan” anak di depan teman-temannya, ini juga termasuk dalam kategori tindakan bullying, lho. Dan inilah yang akan jadi contoh yang kurang baik untuk masa depan anak.

Tak mungkin seorang anak melakukan bullying pada temannya tanpa ada maksud ataupun masalah. Karenanya, penting sekali untuk tahu apa alasan yang mendasari tindakan bullying yang anak lakukan pada temannya.

Penutup

Demikian tadi beberapa cara agar anak tidak membuli teman – temannya saat berada di lingkungan sekolah. Dari mulai mengetahui persoalan yang dialami anak, memberikan pemahaman pada anak bahwa tindakan bullying adalah kkeliru dan salah hingga tidak memarahi anak di depan umum yang bisa membuatnya malu dan semakin agresif terhadap teman-temannya nanti.

Dengan mengetahui akar masalah, sikap anak yang kerap mambuli temannya bisa dihindari. Namun jika perilaku anak tidak mengalami perubahan, Anda bisa segera berkonsultasi pada psikolog mengenai kondisi mental anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *