10 Cara Mengajarkan Alquran Bagi Anak Balita

balita dekat dengan alquran

Mengajarkan anak pendidikan Alquran merupakan kewajiban setiap orang tua muslim. Jangan menunggu sampai anak besar baru mengenalkan Alquran. Saat anak sudah besar, justru ia lebih banyak teralihkan dengan dunia luar, seperti sekolah dan bermain dengan teman-teman sepantaranya, sehingga akan lebih sulit bagi Anda mengajarinya Alquran.

Maka dari itu, mengajarkan Alquran perlu dimulai sedini mungkin agar anak terbiasa belajar Alquran. Bahkan sebenarnya Anda bisa memulainya sejak bayi lahir, yaitu dengan cara mengaji sambil menyusui, menyuapi, dan jalan-jalan.

Untuk selengkapnya, berikut ini 10 cara mengajarkan Alquran bagi anak balita yang dapat Anda coba.

1.   Mengenali Karakter Anak

Tidak hanya mengajarkan Alquran, untuk mengajak anak belajar sesuatu, Anda perlu mengenali karakternya terlebih dahulu, apa yang dia suka, apa yang membuatnya nyaman, dan perlakuan seperti apa yang cocok untuknya. Hal ini karena setiap anak berbeda-beda. Ada anak yang ramai, ada anak yang cepat bosan, dan ada anak yang pemalu.

Maka dari itu, tidak ada yang lebih mampu mengenai karakter si kecil daripada orang tuanya sendiri. Semakin memahami si kecil, maka semakin mudah dalam melakukan pendekatan dan mengajaknya belajar bersama.

2. Buat Sesi Belajar Alquran Menyenangkan

Salah satu cara mengajarkan Alquran bagi anak balita adalah dengan membuat sesi belajar menyenangkan. Saat anak masih balita, tentu Anda tidak bisa memaksa anak untuk langsung belajar dan menghafal buku Iqro.

Hal itu justru akan membuat dia bosan dan terpaksa belajar Alquran.  Anak balita itu dunianya masih berwarna-warni. Jadi, sangat wajar apabila dia sukanya bermain dan senang-senang saja.

Nah, sebagai orang tua, justru Anda dapat mencari celah untuk mengenalkan Alquran. Misalnya dengan membiasakan anak mendengar bacaan Alquran, menyanyikan huruf Hijaiyah bersama, dan bermain tebak-tebakan huruf Hijaiyah. Di saat balita, justru si kecil cenderung menghafal sesuatu yang sering dia dengar.

Anda bisa menggunakan cara lain yang sekiranya bisa memotivasi anak. Di saat balita, yang terpenting bukan seberapa banyak pengetahuan yang dia dapat, melainkan seberapa besar motivasinya untuk terus belajar. Jadi, mulailah dari hal-hal kecil dahulu.

3. Menjadi Contoh Bagi Anak

Bagi anak, orang tua adalah panutan. Oleh karena itu, cara mengajarkan Alquran bagi anak balita bisa dimulai dari diri sendiri, yaitu dengan menjadikan diri Anda sebagai contoh yang baik bagi anak.

Mungkin tanpa Anda sadari, anak kecil memperhatikan hal-hal kecil yang Anda lakukan. Apa yang menjadi kebiasaan Anda akan dianggap normal bagi anak dan anak pun akan menirunya.

Untuk itu, apabila ingin anak paham bahwa pendidikan Alquran itu penting, Anda perlu memberi contoh terlebih dahulu. Misalnya dengan kebiasaan membaca Alquran setiap hari di jam tertentu. Anak akan berpikir bahwa membaca Alquran memang suatu kebutuhan.

4. Menyediakan Sarana Belajar Alquran

Apabila pendidikan Alquran memang suatu hal penting, maka tidak ada salahnya Anda menyediakan berbagai sarana supaya anak semangat belajar, misalnya dengan membelikan buku Iqra perjilidnya dengan warna yang berbeda-beda atau membeli flash card bertuliskan huruf-huruf Hijaiyah agar anak terbiasa dengan tulisan-tulisan tersebut.

Anda bisa juga mengajak anak ke taman belajar Alquran supaya dia tidak bosan. Sediakan sarana belajar yang kira-kira menarik untuknya sehingga dia bisa menikmati proses belajarnya dan memiliki rasa ingin tahu yang lebih dalam mengenai Alquran.

5. Belajar Secara Rutin

Agar menjadi kebiasaan, Anda perlu mengajak anak belajar Alquran secara rutin. Untuk sesi belajarnya sendiri tidak perlu lama-lama, cukup 10 sampai 30 menit setiap harinya.

Belajarnya bisa apapun sesuai dengan usia, kemampuan, dan ketertarikan si kecil. Yang terpenting adalah repetisi. Semakin hari, kemampuan anak pasti akan berkembang dan dia dapat mempelajari Alquran lebih dalam lagi.

Namun, memang ada kalanya anak sangat malas belajar. Untuk mengatasinya, Anda bisa mengubah sesi belajar menjadi lebih santai dan menyenangkan, misalnya dengan menonton video bacaan Alquran di Youtube atau mendengarkan kaset tilawah untuk anak. Tidak perlu memaksa anak agar lama belajar, asalkan rutin dilakukan setiap hari.

6. Berikan Pemahaman Pentingnya Alquran

Orang Tua sedang mengajarkan Alquran untuk Anak Balitanya

Saat si kecil sudah mulai memahami hal-hal sekitarnya, tidak ada salahnya apabila Anda memberi pemahaman betapa pentingnya Alquran. Pelan-pelan ajari mereka bahwa tumbuh-tumbuhan, hewan, manusia, dan segala yang ada di alam semesta adalah ciptaan Allah. Kemudian berikan pengertian bahwa sebagai muslim wajib menunaikan kewajiban kepada Sang Pencipta.

Ajarkan juga mengenai kewajiban-kewajiban yang harus ditaati setiap umat muslim dan mengaji adalah salah satunya. Untuk memberikan pengertian kepada si kecil, sesuaikan dengan usianya. Jangan memaksa dia memahami kalau belum waktunya. Ajarkanlah dengan gaya bercerita.

7. Ajak Anak Belajar Mengaji  di TPA

Salah satu cara mengajarkan Alquran bagi anak balita adalah dengan mengajaknya mengaji di TPA. Kalau di masjid sekitar tempat tinggal ada TPA, maka itu kesempatan yang bagus untuk anak supaya lebih mengenal Alquran.  Tidak hanya belajar mengenai Alquran, si kecil juga bisa belajar bagaimana seharusnya kehidupan seorang muslim sehingga bisa membentuk aqidah.

Mungkin tidak sepenuhnya si kecil memahami, tapi lama kelamaan dia pasti akan mengerti. Selain itu, di TPA umumnya dia juga akan bertemu dengan teman-teman muslim lainnya. Sehingga tidak hanya belajar, si kecil juga bisa bermain bersama teman-temannya. 

Awal mula mengajak anak mungkin sedikit sulit, oleh karena itu orang tua perlu senantiasa mengawasi dan menemani sampai anak mengenal dan nyaman dengan lingkungan barunya.

8. Apresiasi Perkembangan Anak

Ketika anak selesai belajar mengenai suatu materi, misalkan dia sudah selesai belajar beberapa tulisan Hijaiyah di flash card, maka coba Anda minta dia membaca satu per satu tulisan untuk mengetes kemampuannya.

Baca juga: 9 Penyebab Anak Kecanduan Gadget yang Bisa Anda Antisipasi

Apabila dia berhasil menghafal, jangan lupa untuk diapresiasi. Tunjukkan apresiasi Anda dengan pujian atau hadiah. Dengan menunjukkan apresiasi, anak jadi tahu bahwa dia sudah melakukannya dengan baik. Maka dia akan termotivasi untuk melakukannya lagi.

9. Jangan Takut Salah

Saat masih balita, jangan terlalu mengekang anak untuk paham sempurna. Belajar adalah proses, jadi jika si kecil lambat memahami atau sudah diajari berkali-kali tapi tetap salah, jangan menghakimi kemampuannya.

Tugas orang tua adalah berusaha mengajarkan sebisa mungkin. Sisanya, biarkan anak berkembang dengan kecepatannya sendiri.

Justru, jika anak salah, katakan padanya jangan takut salah. Tidak masalah melakukan kesalahan asal terus mencoba. Mengajarkan balita mungkin tidak mudah. Maka dari itu, bersabarlah.

10. Membuat Suasana Belajar Nyaman

Saat ingin mengajak anak belajar Alquran, pastikan bahwa suasana belajar kondusif. Pilihlah waktu dimana anak sedang dalam keadaan fresh, tidak lelah, tidak mengantuk, dan tidak mengganggu aktivitas bermainnya. Maka dari itu, sebaiknya tentukan waktu belajar yang terbaik untuknya. Bagi waktu kapan untuk belajar dan kapan untuk bermain.

Dengan begini, anak bisa belajar tanpa kepikiran permainannya dan dia bisa lebih nyaman dan berkonsentrasi saat belajar Alquran. Dan ketika waktunya belajar, minta anggota keluarga lainnya untuk kooperatif, misalnya dengan tidak menyetel TV atau aktivitas-aktivitas lainnya yang dapat mengalihkan perhatian anak.

Penutup

Mengajarkan anak belajar Alquran memang bukan perkara yang mudah. Namun, siapa lagi yang bisa diandalkan selain orang tuanya? Oleh karena itu, jadilah orang tua sekaligus guru Alquran pertama untuknya. Semakin dini mengenalkan Alquran kepada anak, semakin bagus untuk perkembangan anak ke depannya. Mungkin sekian pembahasan mengenai cara mengajarkan Alquran bagi anak balita . Semoga membantu. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *