10 Cara Mengatasi Anak Malas Belajar Usia Dini

anak malas belajar

Kurangnya motivasi belajar si kecil seringkali menjadi problematika sendiri bagi orang tua. Kurangnya motivasi belajar anak biasanya ditandai dengan malasnya belajar, selalu menunda mengerjakan tugas dari sekolah, dan tidak peduli dengan peringkat di sekolah. Memang benar bahwa setiap anak berbeda-beda, dan mungkin saja pasion si kecil bukan di pelajaran sekolah.

Meskipun begitu, setiap orang tua perlu mengajarkan anak pentingnya belajar. Walau pada akhirnya masa depan anak tidak berhubungan dengan pelajaran sekolah, Anda harus tetap mendidik anak agar mencintai proses belajar dan tidak malas-malasan.

Mendidik anak agar suka belajar hal-hal baru akan sangat berguna untuk masa depannya. Ia dapat terus berkembang dan memaksimalkan potensinya.

Oleh karena itu, di artikel kali ini saya ingin membagikan 10 cara mengatasi anak malas belajar usia dini .

1. Berikan Reward atau Hadiah

Anak malas belajar biasanya dikarenakan ia tidak tahu pentingnya belajar untuk masa depan. Ia berpikir, apa sih pentingnya belajar. Toh, pelajaran tersebut juga tidak semua akan berguna.

Saat si kecil berpikiran seperti itu, mungkin Anda akan berusaha menjelaskan panjang lebar mengenai prospek kerja yang lebih besar jika dia pintar. Tapi tunggu dulu, belum tentu anak mampu memahami apa yang Anda maksud.

Karena itu, sembari menunggu si kecil agar lebih matang, tidak ada salahnya Anda merangsang si kecil dengan hadiah. Misalkan, apabila anak sudah membaca buku selama 30 menit, Anda akan memperbolehkannya menonton televisi lebih lama. Atau, Anda dapat menggunakan hadiah-hadiah kecil lain yang sekiranya dapat menarik bagi si kecil.

2. Temani Anak Saat Belajar

Setelah meminta anak untuk belajar, bukan berarti Anda bisa lepas tangan dan membiarkan si kecil belajar sendiri. Alangkah lebih baik apabila Anda bisa siap sedia menemaninya sehingga ia tidak bosan belajar sendiri. Selain itu, kalau si kecil punya kendala dalam pelajarannya, Anda juga bisa mengajarinya.

Di sesi belajar ini, sebaiknya Anda ketahui kemampuan si kecil. Jangan menghakimi kemampuannya atau memaksanya mengerti sesuatu. Anda harus bisa memahami bahwa tidak semua anak diberikan kemampuan yang sama.

Tidak masalah apabila anak sedikit lambat belajar, Anda harus tetap mengapresiasi proses belajarnya. Buat dia merasa nyaman belajar bersama Anda.

3. Fokus Pada Minat Si Kecil

hobi anak dengan orang tua

Cara mengatasi anak malas belajar usia dini selanjutnya adalah dengan memperhatikan minat si kecil. Misalkan saja, anak tidak terlalu suka pelajaran matematika dan IPA, tetapi dia sangat suka belajar bahasa Inggris. Nah, Anda bisa melihat ini sebagai potensi.

Kalau dia suka bahasa Inggris, maka tugas Anda adalah menyediakan sarana supaya ia terus belajar bahasa Inggris. Anda bisa mengajak anak ke toko buku dan memintanya memilih buku-buku bergambar berbahasa Inggris yang dia suka.  

Dengan memperhatikan minatnya, si kecil akan belajar bagaimana menyukai proses belajar. Karena pada intinya, tugas orang tua adalah memberi ruang untuk anak berkembang.

4. Menjadi Contoh bagi Si Kecil

Tahukah Anda bahwa bagi si kecil, orang tua adalah panutan utama. Hal-hal kecil yang kita lakukan tanpa kita sadari mempengaruhi sikap anak-anak.

Kalau orang tua suka duduk santai di sofa sambil bermain smartphone seharian, maka anak akan menganggap hal tersebut adalah hal yang wajar dan dia akan mencontohnya dari Anda.

Kalau ingin anak semangat belajar, sebaiknya mulai dari diri Anda. Mulailah menjadi contoh bagi si kecil. Misalnya dengan menjadwal kapan mengerjakan pekerjaan rumah tangga, kapan televisi mati, kapan waktunya belajar, kapan waktunya berolahraga, dan lain sebagainya.

Dan saat Anda sudah menjadwalnya, maka Anda juga harus mengikuti jadwal tersebut. Apabila Anda memberlakukan hal ini sejak dini, anak pasti akan mencontoh gaya hidup Anda yang teratur dan tidak suka menunda-nunda.

5. Kenalkan Berbagai Gaya Belajar

Mengenalkan berbagai gaya belajar dapat menjadi salah satu cara mengatasi anak malas belajar usia dini . Sebab, setiap anak memiliki preferensi gaya belajar yang berbeda-beda. Dan mungkin saja, gaya belajar yang selama ini anak gunakan tidak cocok untuknya sehingga ia malas belajar.

Meskipun terdapat berbagai jenis gaya belajar, bukan berarti satu gaya belajar akan lebih baik dari lainnya. Tidak masalah gaya belajar apa yang cocok untuk si kecil, asalkan gaya belajar tersebut memudahkannya dalam belajar.

Untuk mengetahui gaya belajar yang cocok untuk si kecil, Anda dapat mempraktikan 7 gaya belajar yang ada, yaitu visual, auditori, verbal, fisik, logis, sosial, dan soliter.

Misalnya, jika anak lebih suka belajar dengan melihat langsung cara kerjanya, maka anak lebih cocok dengan gaya belajar visual. Apabila anak lebih suka belajar dengan mendengarkan, maka anak lebih cocok dengan gaya belajar auditori.

6. Belajar Menggunakan Game

Mungkin ada kalanya anak jenuh belajar dengan membaca buku. Jika Anda pikir anak benar-benar bosan, maka Anda dapat menawarkan nuansa baru dalam belajar, yaitu dengan bermain game.

Game sendiri biasanya digemari anak-anak. Game menawarkan aspek kompetitif sehingga menantang untuk dimainkan. Pemain game biasanya selalu merasa tertantang dan ingin terus naik level.

Nah, Anda bisa memanfaatkan game untuk menarik minat si kecil. Pilihlah jenis game yang dapat menambah pengetahuannya dan bermanfaat. Untuk jenis gamenya, saat ini banyak aplikasi game tentang pelajaran yang tersedia di Play Store. Anda dapat memilih dengan menyesuaikan usia dan kebutuhan si kecil.

Baca juga:  9 Penyebab Anak Kecanduan Gadget yang Bisa Anda Antisipasi

7. Rayakan Setiap Keberhasilan

Anak-anak yang masih kecil sangat butuh motivasi terus menerus dari Anda agar terus belajar dan tidak malas-malasan. Karena tentu saja, jarang ada anak yang bisa mendapatkan motivasi dari dirinya sendiri. Salah satu cara untuk terus memotivasi anak adalah dengan merayakan setiap keberhasilan yang ia capai, sekecil apapun itu.

Misalnya saja, saat anak selesai mengerjakan PR yang susah, Anda dapat memberikannya segelas pudding. Cukup hal-hal sederhana saja dan tidak perlu berlebihan. Jika berlebihan, anak justru akan merasa dia bisa mendapatkan banyak hal dengan mudah.

8. Bantu Anak Mengulang Pelajaran di Sekolah

Salah satu metode belajar terbaik adalah dengan mengulang materi yang telah diajarkan di sekolah. Meskipun sudah dipelajari, terkadang anak tidak fokus dan tidak menyerap pelajaran dengan sempurna di sekolah. Atau bisa juga anak tidak paham tetapi takut bertanya kepada gurunya.

Nah, di sini peran Anda untuk membantu si kecil mengulang pelajaran di sekolah. Minta si kecil menceritakan apa yang telah dia pelajari, kalau dia bingung dan tidak mengerti, Anda bisa mengajarinya.

Mengulang pelajaran sekolah dapat membuat anak percaya diri saat pelajaran di sekolah, sebab dia sudah mengerti dan mampu menerima materi selanjutnya.

9. Berikan Pengertian Pentingnya Belajar

Saat anak sudah lebih besar, cara mengatasi anak malas belajar usia dini mungkin bisa dengan menanamkan pengertian pentingnya belajar untuk masa depannya. Tidak perlu jauh-jauh. Misalkan dengan memberitahunya kalau dia dapat nilai bagus, dia bisa masuk sekolah favoritnya, yang mana di sekolah favorit tersebut sarana prasarana yang disediakan yang lebih lengkap.

10. Buat Anak Belajar Setiap Hari

Membuat anak belajar setiap hari mungkin terkesan sangat mengekang. Namun, belajar yang dimaksud si sini bukanlah duduk, membaca, dan mengerjakan soal. Belajar bisa dilakukan dengan memahami hal-hal di sekitar kita.

Ajak anak untuk mengeksplor dunia di sekitarnya, tanyakan pendapatnya atau apa yang dia ketahui. Hal-hal simpel semacam ini dapat memotivasi anak untuk selalu belajar hal-hal baru, baik di rumah, sekolah, atau lingkungannya.

Penutup

Sebagai orang tua, mungkin bukan hanya anak yang harus belajar, tetapi Anda juga perlu belajar mengenali buah hati Anda. Dengan memahaminya lebih dalam, Anda bisa mengetahui metode seperti apa yang kira-kira cocok untuknya. Mungkin sekian untuk artikel kali ini, semoga 10 cara mengatasi anak malas belajar usia dini di atas dapat membantu. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *