10 Cara Mengatasi Anak yang Berani Terhadap Orang Tua

Anak berani terhadap orang tua

Beda jaman berbeda pula tantangan bagi orang tua dalam membesarkan anak. Jika dahulu anak selalu manut dengan orang tua, dan orang tua dengan leluasa mengadopsi tipe parenting otoriter, di jaman sekarang rasanya hal tersebut sudah tidak relevan lagi untuk diterapkan.

Perkembangan teknologi, arus informasi yang serba cepat, turut mempengaruhi generasi dalam berpikir dan bertindak. Di jaman serba digital seperti saat ini, orang tua dituntut untuk lebih fleksibel dalam berinteraksi dengan anak-anak. Semakin kaku tipe parenting orang tua, justru akan memicu pemberontakan dari anak sehingga anak tak lagi segan dan cenderung berani terhadap orang tua. Lalu bagaimana cara mengatasi anak yang berani terhadap orang tua?

1. Jangan Otoriter

Beberapa generasi sebelum generasi yang sekarang, tipe parenting otoriter mungkin terlihat keren dan berwibawa. Orang tua selalu menempatkan diri sebagai seseorang yang harus selalu dihormati dan perkataan orang tua selaku fatwa – tidak boleh dibantah dan selalu benar. Bercanda dengan anak menjadi suatu hal yang tabu karena orang tua tentu saja tidak ingin kehilangan wibawa.

Kabar buruknya adalah, semakin otoriter Anda sebagai orang tua, justru akan membuat anak Anda tumbuh menjadi seorang pembangkang. Jika saat ini anak merasa oke-oke saja dengan tipe parenting yang demikian, bukan tidak mungkin di satu titik di kemudian hari, ia akan berbalik menentang Anda karena ia letih dan bosan.

Secara bijak, sebaiknya tipe parenting otoriter jangan diterapkan kepada anak. Atau jika Anda sudah terlanjur menerapkannya, segera ubah metode Anda. Anda masih bisa kok menjadi orang tua yang dihormati oleh anak-anaknya tanpa menjadi otoriter.

2.Terlalu Perfeksionis

Semua orang tua pasti mengharapkan hal-hal sempurna terjadi pada anak mereka. Namun, beberapa orang tua menjadikannya ambisi sehingga anak menjadi korban ekspektasi orang tua yang ketinggian. Padahal, anak mereka adalah manusia biasa yang pasti ada kekurangannya.

Jika anak melakukan kesalahan atau memiliki kekurangan, Anda harus memakluminya. Tidak semua anak bisa melakukan semua hal. Bahkan, anak memerlukan orang tua yang bisa tertawa bersama mereka ketika mereka melakukan kesalahan-kesalahan kecil dalam hidup. 

Jika anak gagal (dan anak pasti akan menemukan kegagalan sebelum keberhasilan), rangkullah ia dan katakan bahwa tidak apa-apa karena anak sudah berusaha melakukan yang terbaik. Ini salah satu cara mengatasi anak yang berani terhadap orang tua.

3.Jangan membanding-bandingkan

Andapun sebagai orang tua terkadang jengkel jika harus dibandingkan dengan orang lain, bukan? Oleh sebab itu hentikan membanding-bandingkan anak dengan anak lainnya. Karena tiap anak istimewa, dengan kelebihan yang berbeda.

Terus membanding-bandingkan anak akan membuat anak merasa bahwa apa yang ia lakukan tidak akan pernah cukup baik di mata Anda. Sehingga, hal ini akan memicu anak untuk menjaga jarak dengan Anda. Ini juga akan mengakibatkan hilangnya rasa respek anak kepada orang tuanya.

4. Dengarkan ia

Anak-anak baru memulai kehidupannya. Jadi wajar jika mereka terkadang merasa kaget akan banyak hal yang mereka temui. Mereka butuh seseorang yang bisa dijadikan tempat untuk menampung seluruh keluh kesahnya.

Jika Anda lebih sibuk memberikan ribuan nasihat alih-alih mendengarkan keluhan mereka, anak-anak akan cenderung mencari tempat lain dimana ia bisa lebih didengarkan. Ketika mereka mencari orang lain untuk mendengarkan mereka, maka orang lain dengan pengaruh buruk bisa dengan mudah masuk ke dalam kehidupan mereka.

Hal ini bisa membuat anak menjadi anak yang tertutup, pembangkang dan menjadi anak yang berani terhadap orang tua.

5.Puji keberhasilannya

Ingatlah ketika anak Anda kecil dan Anda sering memujinya sepanjang waktu? Sadar atau tidak semakin anak besar, Anda justru fokus pada kekurangan mereka dan bukan pada keberhasilan yang mereka lakukan. Tetaplah memuji mereka akan keberhasilan-keberhasilan kecil yang mereka raih. Karena pujian Anda akan selalu berarti bagi mereka, dan menjadi bahan bakar bagi mereka untuk menjalani kehidupan mereka dengan lebih baik.

6.Jalin komunikasi

berkominkasi dengan anak

Setiap hari ajaklah anak untuk berkomunikasi. Anggap anak sebagai teman dimana Anda juga bisa menceritakan kehidupan Anda sehari-hari kepadanya. Jangan takut kehilangan wibawa karena Anda bercerita padanya. Dengan cara ini, anak juga akan melihat Anda sebagai teman yang sama dengan dirinya, sehingga ia akan lebih terbuka kepada Anda.

Dengan komunikasi yang baik, anak-anak akan menjadi lebih respek kepada orang tua. Setidaknya Anda dirasakan lebih baik daripada para orang tua yang sibuk marah atau memberi wejangan setiap waktu.

7. Jangan terlalu sibuk dengan pekerjaan

Anak-anak butuh orang tua yang hadir untuk mereka. Maka dari itu bekerjalah sesuai dengan waktu kerja. Jangan merasa bangga jika Anda selalu lembur sehingga mengorbankan waktu bersama keluarga dan anak-anak Anda.

Kepribadian anak-anak tidak dapat Anda bentuk dengan terus membelikan banyak barang. Namun kenangan anak-anak dengan orang tuanya bisa membahagiakan mereka karena mereka merasa Anda hadir untuk mereka.

8.Lakukan kegiatan bersama-sama

Jika Anda dan anak memiliki hobi yang sama, Anda bisa mengatur waktu agar bisa melakukan kegiatan tersebut bersama-sama. Mulai dari bersepeda, hunting hot wheels, pergi ke toko buku atau main puzzle bersama dapat Anda lakukan bersama anak. Dengan cara ini, anak akan merasa dekat dengan Anda dan kemungkinan tidak akan menjadi solusi cara mengatasi anak yang berani terhadap orang tua.

Baca juga:  10 Cara Mengatasi Anak Malas Belajar Usia Dini

9. Peluk ia

Ingatkah ketika ia kecil dan orang tua biasa memeluk anaknya sebanyak 1000 kali per hari. Lalu ketika anak beranjak dewasa mengapa tidak kita lakukan lagi? Semakin bertambah umur anak semakin banyak tantangan hidup yang harus mereka hadapi.

Jika Anda hadir dan memberikan pelukan, hal ini akan menentramkan hatinya lebih dari berjuta wejangan yang dapat Anda berikan. Jadi jangan lupa, peluk anak Anda hari ini.

10. Bicara dari hati ke hati

Biasakan di dalam keluarga untuk tidak memendam semua permasalahan yang terjadi. Jika Anda memiliki masalah dengan anak, tanyakan langsung kepadanya. Jangan menceritakan permasalahan kepada orang tua Anda (nenek dan kakek), dengan saudara-saudari Anda, dengan teman-teman Anda – padahal anak sendiri tidak diajak bicara.

Ajak anak untuk berbicara dari hati ke hati. Atur nada bicara Anda agar tidak terkesan menggurui. Cari solusi bersama-sama untuk permasalahan yang terjadi. Dengan cara ini Anda sudah menyelesaikan masalah langsung ke anak, tanpa mempermalukan anak dengan menceritakan permasalahan ke keluarga besar

Penutup

Apakah mungkin saat ini Anda tengah merasa kesulitan dengan cara mengatasi anak yang berani terhadap orang tua? Maka sabar adalah kunci utama. Anak-anak terkadang belum memahami bahwa apapun yang Anda lakukan adalah untuk kebaikan mereka semata.

Namun dengan niat yang sangat baik, orang tua terkadang menempuh cara-cara yang kurang tepat. Terapkan cara-cara baik tertentu untuk berinteraksi dengan anak. Semoga poin-poin di atas bisa membantu Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *