9 Cara Mengatasi Pilek Pada Bayi Secara Alami

pilek pada bayi

Salah satu penyakit yang sering menyerang bayi adalah pilek. Bahkan, bayi bisa terserang pilek hingga tujuh kali  sebelum menginjak usia 1 tahun. Kondisi ini sebenarnya wajar mengetahui daya tahan tubuh bayi yang belum sempurna dan banyaknya virus yang dapat menyebabkan pilek pada bayi.

Melihat bayi pilek dan kesulitan bernapas tentu membuat Anda sebagai orang tua khawatir. Terlebih apabila pileknya membuat si kecil demam. Meskipun bukan penyakit serius, pilek harus ditangani dengan tepat agar tidak menimbulkan komplikasi.

Untuk mengatasi pilek pada bayi, sebaiknya Anda tidak gegabah dengan membeli obat-obatan. Sebab, obat-obatan sangat tidak disarankan untuk bayi di bawah usia 6 tahun.

Meskipun begitu, Anda dapat memberikan penanganan yang lebih aman, yaitu dengan cara alami. Nah, berikut ini kami bagikan 9 cara mengatasi pilek pada bayi secara alami.

1. Perbanyak Cairan Pada Bayi

Salah satu cara mengatasi pilek pada bayi adalah dengan memberinya banyak cairan. Dengan minum banyak air, si kecil akan terhindar dari dehidrasi. Selain itu, ingus di hidungnya juga akan lebih cair sehingga si kecil lebih mudah untuk mengeluarkannya.

Apabila si kecil berusia di bawah satu tahun, yang perlu Anda lakukan cukup dengan memberi banyak ASI atau susu formula untuk anak seusianya. Bayi usia di bawah satu tahun tidak disarankan minum banyak air, sebab ia tidak terlalu membutuhkannya. Bahkan, apabila terlalu banyak bisa berbahaya.

Jika si kecil sudah lebih besar, Anda dapat memberikan banyak air putih atau smoothie yang terbuat dari buah-buahan untuk meringankan pileknya.

2. Atur Kelembaban Udara

Mengatur kelembaban udara dapat Anda lakukan ketika ingus si bayi terlalu kental hingga mengganggu pernapasannya. Untuk melonggarkan lendir ingusnya agar mudah keluar, atur udara agar lebih lembab.

Salah satu cara mudah untuk melembabkan udara adalah dengan uap air panas. Saat si kecil mandi, mandikan dengan air hangat, maka ia juga akan menghirup udara lembab di sekitarnya.

Namun, jika belum waktunya untuk mandi, cara yang paling cepat dan efektif adalah dengan menggunakan pelembab udara. Pelembab udara akan menjadikan udara lebih hangat, sehingga ingus si bayi lebih mudah keluar dan melonggarkan rongga hidungnya. Anda dapat memasang pelembab udara ketika anak sedang tertidur atau bermain di kamarnya.

3. Perbanyak Istirahat Si Kecil

Bayi yang sedang sakit pilek memerlukan banyak istirahat untuk memerangi virusnya. Meskipun begitu, bukan berarti Anda harus memintanya tidur di kamar setiap saat. Istirahat yang dimaksud adalah dengan membuat si kecil relaks, misalnya dengan mengatur tempat tidurnya agar lebih nyaman dan mengatur tempat bermainnya agar lebih tenang.

Saat anak sakit flu, Anda dapat membiarkannya melakukan aktivitas santai yang ia suka, seperti membaca buku bergambar, mendengarkan musik, atau bermain aktivitas lain favoritnya. Asal kegiatan tersebut tidak melibatkan banyak aktivitas fisik yang akan membuat si kecil kelelahan.

Ketika si kecil sudah merasa lelah, dia akan tertidur sendiri. Dan jangan khawatir kalau si kecil tidur lebih lama dari biasanya.

4. Menggunakan Kapas Hangat

Bayi yang masih kecil umumnya akan kesulitan untuk mengeluarkan ingusnya sendiri. Oleh karena itu, Anda perlu membantunya untuk mengeluarkan ingus si kecil. Salah satu cara mudahnya adalah dengan menggunakan kapas yang dibasahi air hangat.

Pertama, Anda dapat memposisikan si kecil di pangkuan dengan badan condong ke depan. Kemudian gunakan kapas yang telah dibasahi air hangat untuk membersihkan ingus yang sudah mengental di hidungnya.

5. Alat Semprot Hidung dan Aspirator Hidung

Alat semprot hidung dan aspirator hidung dapat menjadi kombinasi yang cepat untuk meringankan pernapasan si kecil. Dibanding menggunakan kapas hangat, kedua alat ini lebih efektif untuk meredakan pernapasan si kecil. Anda dapat menggunakan alat semprot hidung atau saline spray dan aspirator hidung untuk mengeluarkan ingus si bayi.

Saline spray adalah larutan garam yang bisa Anda dapatkan di apotek atau Anda buat sendiri. Untuk membuat larutan garam, Anda hanya perlu mencampurkan ½ sendok teh garam ke dalam 1 gelas air hangat.

Pastikan air telah direbus sampai matang untuk menghilangkan bakteri dalam air tersebut. Sebab, bakteri yang masih tersisa di air akan berpotensi menimbulkan infeksi. Maka dari itu, apabila ingin lebih aman, Anda dapat membeli saline spray di apotek yang sudah steril.

Sedangkan aspirator hidung adalah alat suntik berbentuk pipa yang digunakan untuk menyedot lendir pada hidung si bayi. Untuk menggunakan kedua alat tersebut, Anda dapat mengikuti beberapa langkah berikut ini.

Pertama, baringkan si kecil dengan handuk yang menyangga kepalanya. Kemudian teteskan dua sampai tiga tetes saline spray ke dalam hidung si bayi. Pijat lembut hidung si bayi untuk melunakkan ingusnya. Setelah satu sampai dua menit, gunakan aspirator hidung untuk menyedot ingus si bayi.

6. Mengangkat Kepala Si Kecil

Cara mengatasi pilek pada bayi selanjutnya adalah dengan mengatur posisi tidur si kecil. Saat si kecil tertidur, Anda dapat menyangga kepala dengan bantal atau handuk agar posisinya lebih tinggi dari badan. Posisi ini dapat memudahkan si kecil mengeluarkan ingusnya, sehingga pernapasannya lebih longgar dan dia bisa tidur dengan nyenyak. Lakukan cara ini jika usia si kecil lebih dari satu tahun.

Baca juga: 11 Cara Mengatasi Anak Yang Susah Makan

7. Memberikan Cairan Hangat

Memberikan cairan hangat bisa menjadi cara mengatasi pilek pada bayi di atas usia 6 bulan. Cairan hangat tidak melulu harus air putih hangat, justru Anda bisa membuat makanan yang lebih merangsang nafsu makan si kecil, misalnya saja sup ayam hangat.

Sebuah studi menunjukkan bahwa sup hangat dapat meredakan flu, meringankan pernapasan, dan meredakan demam. Beberapa cairan hangat yang dapat Anda berikan pada si kecil usia 6 bulan ke atas adalah air hangat, sup hangat, atau teh chamomile.

8. Berikan Si Kecil Madu

madu untuk anak

Madu dapat Anda berikan jika ternyata pilek si kecil disertai dengan batuk yang mengganggu. Madu merupakan bahan alami yang dikenal memiliki banyak khasiat. Madu dapat menenangkan tenggorokan dan meringankan batuk.

Anda dapat menambahkan beberapa bahan lain untuk membuat campuran madu, yakni lemon dan air panas. Campurkan ketiga bahan tersebut dan biarkan sampai air lebih hangat baru dapat diminum.

Selain membuat campuran madu, Anda juga bisa memberikan madu murni kepada anak dengan dosis ½ sendok teh. Namun perlu Anda perhatikan, madu hanya boleh diberikan untuk anak usia di atas 1 tahun. Memberikan madu pada anak di bawah 1 tahun dapat menimbulkan berbagai penyakit pada bayi.

9. Berikan Makanan yang Mudah Dicerna Si Kecil

Sakit pilek terkadang membuat si kecil kesulitan makan. Apabila bayi sudah berusia di atas 1 tahun, mungkin Anda dapat memberikan makanan-makanan ringan yang dapat merangsang nafsu makannya dan mudah dicerna. Pilihlah makanan ringan yang sehat dan bernutrisi.

Beberapa makanan ringan yang dapat Anda pilih adalah pudding, smoothie, milkshake, dan yoghurt. Selain lezat, makanan ringan semacam pudding dan smoothie juga dapat membuat si kecil ternutrisi dan terhidrasi.

Penutup

Pada dasarnya, flu yang menyerang bayi sebenarnya tidak butuh penanganan khusus, jadi Anda tidak perlu terlalu khawatir. Sebagai orang tua, yang sebaiknya dilakukan adalah menemani dan memberikan si bayi kenyamanan, kecuali jika si kecil menunjukkan tanda-tanda penyakit serius. Mungkin sekian artikel mengenai 9 cara mengatasi pilek pada bayi . Semoga informasi di atas dapat membantu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *