9 Makanan Untuk Anak Diare Yang Perlu Diketahui

anak diare

Diare merupakan suatu gejala yang lebih sering menyerang anak-anak. Dilansir dari situs healthline.com, kebanyakan anak-anak yang terserang diare adalah mereka yang masih berusia 6 sampai 36 bulan. Dan 90 persen anak sudah bebas dari diare ketika berusia 40 bulan ke atas.

Diare pada anak sebenarnya wajar dialami dan bukan suatu kondisi yang mengancam. Seperti yang dijelaskan di awal, diare adalah gejal, bukan penyakit. Diare terjadi sebagai respon tubuh untuk membersihkan diri untuk dari virus-virus penyebab penyakit. Itulah mengapa, anak yang terkena diare akan buang air besar lebih banyak dan teksturnya juga lebih encer.

Meskipun tidak berbahaya, sebagai orang tua tentu Anda khawatir dengan kondisi si kecil. Terlebih apabila kondisi diare menyebabkan si kecil lemas dan tidak bersemangat melakukan aktivitas bermainnya.

Oleh karena itu, di sini kami akan membagikan 9 makanan untuk anak diare yang perlu Anda ketahui.

1. Cairan yang Cukup

Anak yang terkena diare akan mengeluarkan banyak tinja ketika buang air besar dengan tekstur yang encer. Kondisi ini dapat membuat anak kekurangan cairan tubuh. Untuk mencegah dehidrasi, orang tua sebaiknya memperhatikan kebutuhan cairan anak.

Apabila si kecil masih berusia di bawah 6 bulan dan masih menyusui, maka Anda dapat memberinya ASI yang cukup. Namun, apabila anak sudah lebih besar, Anda dapat memberinya air atau cairan yang mengandung elektrolit.

Dalam keadaan diare, mungkin Anda juga berpikir akan baik jika anak mengkonsumsi jus. Jus memang sehat dan bernutrisi, hanya saja, dalam kondisi diare sebaiknya anak membatasi konsumsi jus-nya. Mengkonsumsi banyak jus justru akan membuat tekstur tinja lebih encer. Anda masih bisa memberi si kecil jus, hanya saja kurangi porsinya.

2. Makanan yang Mengandung Probiotik

Selain mencukupi cairan si kecil, makanan untuk anak diare yang bisa Anda berikan adalah makanan yang mengandung probiotik, misalnya yoghurt. Makanan yang mengandung probiotik baik untuk dikonsumsi saat anak mengalami diare karena mengandung bakteri hidup, bakteri ini dapat menambah atau menggantikan bakteri baik yang ada di saluran pencernaan.

Meskipun begitu, pastikan bahwa yoghurt yang dikonsumsi rendah gula. Kadar gula yang tinggi justru dapat membuat tubuh kehilangan banyak air dan memperparah kondisi diare si kecil.

3. Nasi Putih

Nasi putih merupakan makanan pokok bagi kita masyarakat Indonesia. Apabila si kecil sudah cukup umur untuk makan nasi putih, Anda dapat memberikannya dalam porsi yang sesuai.

Baca juga: 11 Cara Mengatasi Anak Yang Susah Makan

Nasi putih sendiri merupakan makanan yang tinggi karbohidrat dan rendah serat. Karbohidrat yang tinggi baik untuk dikonsumsi untuk memberikan energi si kecil. Terlebih umumnya, saat terkena diare, anak cenderung menjadi lemas.

Dalam kondisi sehat, anak memang dianjurkan untuk makanan yang tinggi serat. Namun, dalam kondisi terken diare, makanan rendah serat seperti nasi baik untuk dikonsumsi untuk memadatkan tinja si kecil.

4. Pisang

anak suka makan pisang

Konsumsi pisang biasanya dianjurkan untuk mereka yang kesulitan buang air besar. Pisang dapat mengatasi sembelit dengan melunakkan tekstur tinja. Lalu, mengapa pisang masuk daftar makanan untuk anak diare ?

Meskipun terlihat akan memperparah diare, sebenarnya mengkonsumsi pisang sama sekali tidak buruk, asal porsinya tidak berlebihan. Pisang baik dikonsumsi anak karena kandungan kaliumnya yang dapat menggantikan nutrisi yang hilang akibat diare.

5. Lemak Tambahan

Memberikan lemak tambahan mungkin terdengar meragukan bagi Anda. Dalam kondisi diare, memberikan lemak tambahan baik untuk mengatasi diare. Sebelum memberikan lemak tambahan, pastikan jika si kecil tidak sedang obesitas.

Meskipun lemak, pastikan juga bahwa lemak yang dipilih adalah lemak baik yang menyehatkan. Beberapa makanan mengandung lemak sehat yang dapat kami rekomendasikan adalah alpukat, telur, susu, dan minyak zaitun

6. Cairan Oralit

Saat diare, anak akan kekurangan banyak cairan dan rentan dehidrasi. Nah, cairan oralit ini dapat Anda siapkan sebagai jaga-jaga apabila anak malas minum air.

Biasanya, anak yang mengalami dehidrasi sedang, ia jadi suka minum air. Tetapi kalau sudah parah, ia justru akan malas. Untuk mengantisipasinya, sebaiknya selalu siap sedia cairan oralit. Cairan oralit dapat menyeimbangkan kadar air dalam tubuh si kecil.

Kadar cairan oralit yang diberikan bergantung pada berat badan si kecil. Berikan cairan ini 10 ml/kg berat badan. Jadi, apabila berat badan si kecil 15 kg, maka berikan 150 ml setiap diare.

7. Sup Ayam

Sup ayam adalah alternatif lain untuk anak yang sedang mengalami diare. Saat anak malas minum, cara yang cepat untuk mengembalikan cairan elektrolit di tubuhnya adalah dengan memberikan oralit.

Tapi, tidak jarang anak yang muntah saat minum oralit. Nah, di situasi seperti ini, Anda dapat memberikannya makanan yang lebih merangsang, yaitu sup ayam. Selain sehat, sup ayam juga baik dikonsumsi anak yang diare untuk menghindari dehidrasi.

Sup ayam mengandung elektrolit yang dapat mengganti cairan tubuh yang hilang. Selain itu, kaldu ayam yang disajikan dalam keadaan hangat juga dapat membuat perut terasa nyaman. Untuk menambah nutrisi pada sup ayam, Anda dapat mencampurkan bahan lainnya seperti sayur-sayuran.

8. Kentang Rebus

Kentang merupakan salah satu makanan pokok pengganti nasi. Apabila si kecil bosan makan nasi setiap hari, Anda dapat menggantinya dengan kentang. Kentang mengandung potasium yang dapat menggantikan cairan elektrolit yang hilang.

Untuk memudahkan si kecil mencernanya, Anda dapat merebus atau mengukus kentang terlebih dahulu kemudian menumbuknya hingga halus. Sebagai perasa, Anda dapat menambahkan sedikit garam dan sedikit margarin.

9. Roti Panggang

Selain kentang dan nasi, makanan pokok lainnya yang dapat Anda berikan saat si kecil diare adalah roti panggang. Selain lebih menarik untuk si kecil, roti panggang juga tinggi karbohidrat sehingga dapat memberi tambahan energi untuk si kecil.

Pilihlah roti panggang yang kandungan tepung terigunya lebih banyak dari gandum. Hal ini karena gandum tinggi akan serat sehingga kurang cocok untuk anak yang sedang diare.

Penutup

Selain mengetahui makanan untuk anak diare , sebaiknya Anda juga perlu mengetahui makanan-makanan yang perlu dihindari saat anak diare. Sebagai pengetahuan tambahan, berikut ini jenis-jenis makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi anak yang sedang terkena diare.

  • Makanan Tinggi Gula

Sebaiknya hindari konsumsi makanan atau minuman dengan kadar gula tinggi sejenis soda atau soft drinks lainnya saat si kecil diare. Minuman bergula tinggi dapat memperparah diare bahkan membuat diare semakin lama sembuh.

  • Makanan Berlemak

Makanan berlemak di sini adalah makanan yang mengandung banyak lemak tidak sehat, seperti goreng-gorengan, donat, kripik, dan lain sebagainya. Hentikan konsumsi makanan berlemak sampai si kecil benar-benar sembuh.

  • Makanan Berserat Tinggi

Konsumsi makanan berserat tinggi dapat dilakukan ketika si kecil sudah sembuh dari diare. Untuk saat ini, hindari makanan berserat tinggi agar tekstur tinja tidak semakin encer. Hindari makanan seperti jagung, brokoli, kacang polong, dan buah-buahan tinggi serat.

  • Kafein

Mendengar kata kafein mungkin Anda akan berpikir bahwa kafein hanya terdapat di minuman kopi. Namun, kafein juga bisa terkandung di teh dan coklat. Kandungan kafein dalam makanan memiliki efek sebagai pencahar sehingga tidak baik dikonsumsi jika si kecil masih diare. Diare pada si kecil memang bukan suatu hal yang perlu dicemaskan. Hanya saja, jika si kecil menunjukkan gejala-gejala aneh seperti adanya darah pada tinja, demam berkepanjangan, mulut kering dan lengket, tidak buang air kecil selama 6 jam, mata cekung, dan sakit perut, sebaiknya Anda hubungi dokter untuk keterangan lebih lanjut. Mungkin sekian artikel kali ini mengenai 9 makanan untuk anak diare . Semoga membantu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *