6 Penyebab Terlambat Tumbuh Gigi pada Bayi

terlambat tumbuh gigi pada bayi

Pada umumnya, bayi akan memiliki gigi pertama mereka pada umur 6 bulan. Namun, ada pula bayi yang sudah tumbuh gigi di umur 4 bulan. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), bayi dianggap normal ketika memiliki gigi pertama mereka pada umur 4 hingga 15 bulan.

Sebagian besar anak-anak akan memiliki 4 gigi pada umur 11 bulan, 8 gigi pada umur 15 bulan, 12 gigi pada umur 19 bulan, 16 gigi di umur 23 bulan dan 20 gigi pada umur 27 bulan. Akan tetapi ketika bayi tidak kunjung tumbuh gigi hingga umurnya 18 bulan, Anda harus waspada. Beberapa hal berikut bisa menjadi penyebab terlambat tumbuh gigi pada bayi.

1.Faktor keturunan

Jika anak terlambat tumbuh gigi, coba Anda telisik anggota keluarga lainnya. Tanyakan kepada mereka pada umur berapa mereka memperoleh gigi pertamanya. Jika Anda merasa tumbuh gigi tepat waktu ketika bayi dahulu, coba tanyakan kepada pasangan Anda.

Anak secara genetik akan menurunkan sifat dan kebiasaan orang tuanya. Jika ada salah satu orang tua yang mengalami keterlambatan tumbuh gigi ketika bayi, mungkin bayi Anda menurunkan gejala tersebut dari salah satu atau kedua orang tuanya. Jika ini yang terjadi maka Anda tidak perlu khawatir, karena si kecil terlambat memiliki gigi bukan karena masalah medis. Sehingga tumbuh gigi pada bayi hanya menunggu soal waktu saja.

2.Gejala Hipotiroidisme

Hipotiroidisme adalah kondisi dimana kelenjar tiroid tidak memproduksi hormon tiroid yang cukup bagi kebutuhan tubuh. Hal ini mengakibatkan beberapa organ tidak bekerja sebagaimana mestinya. Hipotiroidisme biasanya akan mempengaruhi detak jantung, metabolisme, dan suhu tubuh.

Jika bayi Anda memiliki kondisi ini, maka ia kemungkinan besar akan mengalami keterlambatan di dalam proses berjalan, tumbuh gigi, hingga bicara. Namun sebaiknya Anda tidak menganalisa gejala ini sendiri. Langkah yang paling baik adalah datang ke dokter gigi untuk memastikan penyebab terlambat tumbuh gigi pada bayi.

Jika memang terjadi gejala hipotiroidisme, Anda bisa meminta saran atau pengobatan agar anak Anda bisa sembuh dari gejala tersebut.

3. Kurang nutrisi

Apakah bayi Anda mendapatkan ASI yang cukup? Apakah ASI yang Anda berikan adalah ASI yang bergizi? Apakah susu formula yang ia konsumsi merupakan susu formula yang kaya akan nutrisi? Jika iya, maka Anda tidak perlu khawatir berlebihan ketika bayi terlambat tumbuh gigi.

Baca juga: 11 Cara Mengatasi Anak Yang Susah Makan

Penyebab lain terlambat tumbuh gigi pada bayi adalah karena kekurangan nutrisi. Di masa pertumbuhan, bayi memerlukan nutrisi yang cukup. Terutama kebutuhan akan kalsium yang membentuk pertumbuhan tulang dan gigi.

Maka perhatikan dengan seksama asupan nutrisi bagi bayi Anda. Jika bayi tidak mengkonsumsi ASI, pilihlah susu formula yang berkualitas. Susu formula berkualitas pada umumnya sudah mengandung nutrisi yang lengkap seperti kalsium, fosfor, vitamin A,C dan D yang dapat menunjang tumbuh kembangnya, terutama untuk pertumbuhan tulang dan gigi.

4. Bayi lahir prematur

Bayi yang lahir prematur atau bayi dengan berat badan lahir rendah memiliki risiko keterlambatan dalam pertumbuhan gigi. Hal ini karena bayi prematur dilahirkan lebih cepat dari waktu yang ditentukan. Sehingga keterlambatan perkembangan organ tubuh bisa saja terjadi, termasuk dalam proses tumbuh gigi pada bayi.

Namun bayi lahir prematur dapat hidup dengan normal layaknya bayi yang lahir cukup waktu. Pastika bahwa Anda mencukupi gizi dan nutrisi bayi prematur Anda. Gigi pada bayi prematur akan tumbuh pada waktunya.

5.Mengidap penyakit lainnya

ilustrasi bayi sakit

Beberapa penyakit atau kondisi bawaan ditenggarai juga berpengaruh sebagai penyebab terlambat tumbuh gigi pada bayi. Kondisi seperti down syndrome, HIV, Cerebral palsy, dan gangguan kesehatan lainnya bisa menghambat proses tumbuh gigi pada bayi. Kondisi- kondisi tersebut biasanya didapatkan bayi melalui keturunan atau diidap bayi dari lahir.

6.Anodontia

Beberapa bayi dilahirkan dengan kondisi istimewa lainnya yaitu Anodontia. Kondisi ini merupakan suatu keadaan dimana tidak ditemukan benih gigi sama sekali di gusi. Kondisi ini juga menyebabkan beberapa gejala seperti kesulitan dalam berbagai kegiatan yang melibatkan fungsi gigi seperti berbicara, mengunyah dan kegiatan lainnya.

Meskipun kondisi ini sebenarnya sangat jarang terjadi, namun konsultasikan ke dokter gigi jika bayi Anda mengalami keterlambatan tumbuh gigi untuk mengantisipasi hal ini.

Mencegah Terlambat Tumbuh Gigi pada Bayi

Beberapa faktor penyebab terlambat tumbuh gigi pada bayi mungkin di luar kuasa kita sebagai orang tua. Sebab-sebab seperti faktor keturunan atau penyakit bawaan tidak dapat kita cegah menurun kepada bayi. Namun di luar hal-hal tersebut, ada beberapa penyebab yang bisa kita antisipasi agar kecil risikonya terjadi kepada bayi kita.

1.Lakukan pemeriksaan secara berkala ketika mengandung

Ketika mengandung, sebaiknya Anda melakukan kontrol kehamilan secara berkala. Bila perlu pastikan kesehatan bayi baik melalui layar USG setiap Anda memeriksakan kehamilan Anda. Tanyakan kepada dokter kandungan kapan bisa memeriksakan diri di laboratorium.

Dari hasil laboratorium, dapat diantisipasi beberapa keluhan seperti tekanan darah hingga jumlah Hb (hemoglobin) darah. Ibu hamil dengan Hb rendah menderita defisiensi zat besi yang akan mempengaruhi tumbuh kembang bayi dan membuat bayi lahir dengan berat badan yang rendah. Kekurangan zat besi pada Ibu hamil juga berpengaruh terhadap penyerapan nutrisi janin di dalam kandungan.

Dengan pemeriksaan secara teratur, dokter kandungan bisa mengantisipasi keadaan Ibu yang mengandung serta menjaga kesehatan janin. Memberikan tambahan vitamin atau memberikan tindakan medis yang diperlukan dapat dilakukan jika terjadi keluhan. Memeriksakan diri secara teratur ketika mengandung bisa mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan pada Ibu dan bayi.

2. Berikan asupan nutrisi terbaik untuk bayi

Setelah bayi lahir, berikan bayi asupan terbaik yaitu ASI eksklusif selama 6 bulan. Setelah 6 bulan, dampingi pemberian ASI dengan makanan MPASI yang cukup nutrisi seperti karbohidrat, protein, kalsium dan lainnya. Kalsium memiliki peranan penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi.

Jika anak harus minum susu formula, sediakan susu formula dengan kandungan nutrisi yang lengkap. Perhatikan pemberian ASI dan sufor yang harus diberikan setiap dua jam sekali. Hal ini untuk menghindari dehidrasi dan kekurangan gizi pada bayi. Jika terjadi keluhan yang tampak serius, segera konsultasikan dengan dokter anak.

3. Ibu harus cukup Gizi

Selama mengandung dan memberikan ASI, Ibu juga harus makan-makanan bergizi. Karena apa yang Ibu makan akan disalurkan ke bayi melalui ASI. Pastikan Anda mengkonsumsi makanan yang cukup kalsium untuk pertumbuhan tulang dan gigi anak lebih sehat.

Support system yang baik juga dIbutuhkan oleh Ibu agar memiliki waktu untuk beristirahat serta bebas dari stress untuk menghasilkan ASI yang berkualitas.

Penutup

Penyebab terlambat tumbuh gigi pada bayi bisa beragam. Namun kita sebagai orang tua juga harus mengusahakan yang terbaik bagi kesehatan si buah hati. Antisipasi kesehatan si kecil sejak dari di dalam kandungan. Jika si kecil mengalami keterlambatan tumbuh gigi, segeralah berkonsultasi kepada dokter gigi anak untuk solusi dan penanganan lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *